Jepang Prioritaskan Aliansi Bisnis Ketimbang Investasi M&A untuk Startup Asia Tenggara

Pradahlan Sindu Mardiko - Penulis
daftar webinar fundhub

 


Depok, Stapo.id - Perusahaan Jepang dinilai lebih mengutamakan pembentukan aliansi bisnis dibandingkan investasi langsung maupun aksi merger dan akuisisi saat menjalin kerja sama dengan startup dari Asia Tenggara. Pendekatan ini mencerminkan karakter profesionalisme korporasi Jepang yang menempatkan kemitraan strategis sebagai fondasi utama sebelum melangkah ke komitmen finansial jangka panjang.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Kentaro Machii, Programme Manager on Startup Ecosystem dari Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), dalam acara peluncuran ERIA Startup Case Study Launch yang digelar di Jakarta pada 23 Januari 2026. Dalam forum tersebut, Kentaro menekankan bahwa kerja sama operasional dan bisnis menjadi pintu masuk utama bagi startup ASEAN untuk membangun kepercayaan dengan perusahaan Jepang.

Menurut Kentaro, alih-alih langsung berfokus pada kepemilikan saham atau akuisisi, perusahaan Jepang lebih memilih menguji kecocokan melalui kerja sama konkret terlebih dahulu. Pola ini dianggap selaras dengan budaya bisnis Jepang yang menempatkan stabilitas, kepercayaan, dan kesinambungan hubungan jangka panjang sebagai nilai utama dalam setiap kolaborasi.

Ia juga menjelaskan bahwa sektor kesehatan dan ilmu hayati menjadi prioritas utama dalam agenda open innovation perusahaan Jepang. Kedua sektor tersebut dipandang memiliki relevansi tinggi terhadap tantangan demografi Jepang, terutama populasi yang menua serta kebutuhan terhadap inovasi layanan kesehatan dan bioteknologi.

Menariknya, di tengah tren penurunan investasi global terhadap startup di kawasan ASEAN dalam beberapa tahun terakhir, investor Jepang justru tetap menunjukkan konsistensi. Kontribusi investasi Jepang di ekosistem startup ASEAN relatif stabil di kisaran 10 persen dari total investasi yang masuk ke kawasan ini. Stabilitas tersebut menegaskan posisi Jepang sebagai salah satu mitra strategis penting bagi pertumbuhan startup Asia Tenggara.

“Kami ingin memprioritaskan aliansi bisnis dengan startup asing,” ujar Kentaro. Ia menambahkan bahwa perusahaan Jepang sering kali ingin membangun kerja sama bisnis terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan untuk menanamkan modal secara langsung.

Strategi dan Inovasi JETRO


Untuk memperkuat strategi inovasi terbuka perusahaan Jepang di Asia dan global, pemerintah Jepang melalui Japan External Trade Organization atau JETRO meluncurkan inisiatif khusus bernama J-Bridge. Program ini dirancang untuk mempercepat kolaborasi lintas negara antara startup asing dan perusahaan Jepang.

J-Bridge berfokus pada tiga pilar utama, yaitu kesepakatan bisnis atau deals, transformasi digital, serta sektor life science dan healthcare. Melalui program ini, JETRO memfasilitasi proses pencocokan atau matching antara startup dan korporasi Jepang, sekaligus mendukung investor korporat Jepang dalam menjajaki peluang investasi strategis.

Selain layanan pencocokan, JETRO juga secara aktif menggelar Master Pitching Event di berbagai negara ASEAN. Acara ini menjadi wadah bagi startup lokal untuk mempresentasikan inovasi mereka langsung di hadapan perusahaan-perusahaan besar Jepang, membuka peluang kemitraan yang lebih luas dan terstruktur.

Paparan Kentaro ini menegaskan bahwa bagi startup Asia Tenggara, membangun kepercayaan melalui kerja sama nyata menjadi langkah krusial sebelum berharap pada suntikan investasi dari Jepang. Pendekatan ini sekaligus menjadi pembeda utama pola kolaborasi Jepang dibandingkan negara lain dalam ekosistem startup global.


FAQ:

1. Sektor utama apa yang menjadi prioritas kerja sama perusahaan Jepang dengan startup asing?

Sektor kesehatan (healthcare) dan ilmu hayati (life science) menjadi prioritas utama dalam inisiatif inovasi terbuka perusahaan Jepang.


2. Apa strategi utama perusahaan Jepang saat berkolaborasi dengan startup di Asia Tenggara?

Perusahaan Jepang cenderung memprioritaskan pembentukan aliansi bisnis (business alliance) sebelum mempertimbangkan investasi M&A.


3. Program pemerintah Jepang apa yang mendukung kolaborasi bisnis antara startup asing dan perusahaan Jepang?

JETRO memiliki inisiatif bernama J-Bridge, yang menyediakan layanan matching, profil online, dan acara pitching untuk memfasilitasi kerja sama.

daftar webinar fundhub

Bottom Ad [Post Page]

Kabar

Event

Bisnis

Memuat berita Bisnis...

Insight

Invest

Otomotif

Tech