Rafiqspace.ai, Insignia dan QuantumByte Dorong AI Akurat dan Bertanggung Jawab
Depok, Stapo.id – Upaya membangun pemanfaatan kecerdasan buatan yang akurat, aman, dan bertanggung jawab kembali mengemuka dalam acara Scale Your Product and Expertise with AI yang digelar di Wisma Barito Pacific II lantai 8, kantor tiket.com, Jakarta, Kamis 22 Januari 2026. Acara yang merupakan kolaborasi antara QuantumByte, Insignia, tiket.com, Covena, rafiqspace.ai dan Build Club ini menjadi lanjutan diskursus strategis seputar pengembangan AI yang sebelumnya telah dibahas dalam forum QuantumByte mengenai strategi scale produk berbasis kecerdasan buatan.
Dalam sesi pemaparan utama, Business Director Insignia Guta Saputra menegaskan bahwa kualitas dan kepercayaan terhadap sistem AI sangat ditentukan oleh bagaimana data dikelola serta bagaimana model ditinjau secara berkala. Menurutnya, AI tidak dapat dilepaskan dari kualitas data yang menjadi fondasinya, sehingga mekanisme pengawasan harus dibangun sejak awal.
Ia menjelaskan bahwa sistem AI yang dikembangkan Insignia, termasuk dalam konteks kolaborasi dengan QuantumByte, selalu melalui proses evaluasi rutin guna menjaga akurasi hasil. Proses ini tidak hanya mengandalkan satu model, melainkan dilengkapi dengan mekanisme validasi ganda melalui AI engine kedua yang bertugas mengulas ulang hasil keluaran AI utama dalam periode tertentu. Mesin ini berfungsi mengecek tingkat kepercayaan atau confidence score dari setiap percakapan dan data yang dihasilkan, sehingga ketika ditemukan nilai rendah dalam jumlah signifikan, sistem dapat segera disesuaikan.
Guta menekankan bahwa pendekatan ini penting agar AI tidak hanya cepat dan canggih, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan etis. Menurutnya, kepercayaan terhadap output AI sangat ditentukan oleh seberapa disiplin sistem tersebut diaudit dan ditingkatkan secara berkelanjutan.
Selain Akurasi Isu Privasi Berkembang Pesat
![]() |
| Moderator dan Panelis Membahas Keberlanjutan AI |
Selain aspek akurasi, isu privasi menjadi pilar krusial lain yang disoroti dalam forum ini. Insignia mengusung pendekatan privacy by design, yakni penerapan kontrol akses sejak tahap awal pengembangan sistem. Dalam praktiknya, sistem diatur dengan Role-Based Access Control atau RBAC yang membatasi siapa saja yang dapat mengakses, mengelola, maupun memeriksa data sensitif. Dengan mekanisme ini, setiap akses data harus melalui prosedur permintaan yang jelas, sehingga meminimalisasi risiko kebocoran maupun penyalahgunaan informasi.
Diskusi tidak berhenti pada aspek teknis semata. Dalam sesi panel yang dimoderatori oleh Jaka Arya Pradana dari Rafiqspace.ai, para pemimpin industri menekankan pentingnya perubahan cara pandang dalam menghadapi era AI. Panelis yang terdiri dari Marvel Gomulya dari Covena, Kevin Daniel dari QuantumByte AI, Guta Saputra dari Insignia, serta Yoga Aliarham dari tiket.com sepakat bahwa tantangan utama bukan hanya pada teknologi, melainkan pada pola pikir sumber daya manusianya.
Yoga Aliarham dari tim Machine Learning tiket.com menyoroti bahwa peran profesional teknologi perlu bergeser dari sekadar insinyur menjadi pemecah masalah. Ia menilai bahwa keberhasilan implementasi AI sangat bergantung pada kemampuan memahami masalah bisnis secara menyeluruh, bukan hanya pada kecakapan teknis dalam membangun model.
Pandangan tersebut diperkuat oleh diskusi mengenai pentingnya fondasi ilmu data dan rekayasa data. Para panelis menilai bahwa ketergantungan berlebihan pada alat tanpa pemahaman dasar justru berpotensi membuat implementasi AI menjadi rapuh. Pemahaman mengenai data science dan data engineering disebut sebagai pondasi utama agar AI dapat dimanfaatkan secara efektif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kevin Daniel, CEO QuantumByte AI, mendorong peserta untuk bersikap approach agnostic dalam memanfaatkan teknologi. Menurutnya, tidak ada pendekatan tunggal yang selalu benar dalam menyelesaikan masalah. Baik menggunakan machine learning, pemrograman konvensional, maupun model bahasa besar, semuanya sah digunakan selama mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi secara tepat guna.
Ia menekankan bahwa profesional di era AI harus berani bereksplorasi dan tidak terjebak pada satu metode tertentu. Sikap adaptif dan fokus pada solusi dinilai jauh lebih penting dibanding sekadar mengikuti tren teknologi.
Kesimpulan Akhir Acara
Melalui forum ini, kolaborasi antara Insignia, rafiqspace.ai dan QuantumByte serta tiket.com startup e-commerce ticketing kembali menegaskan posisi mereka sebagai bagian dari ekosistem AI Indonesia yang mendorong pertumbuhan teknologi secara bertanggung jawab. Tidak hanya berbicara soal skalabilitas produk, acara ini juga menempatkan isu akurasi, privasi, dan transformasi mindset sebagai fondasi utama dalam membangun masa depan AI yang berkelanjutan di Indonesia.

