Busi Motor Bisa Tahan Puluhan Ribu Kilometer, Ini Pelajaran dari Servis di AHASS Depok

Stapo Indonesia - Penulis


Depok, Stapo.id - Pengalaman sederhana saat melakukan servis rutin kendaraan bermotor justru bisa menjadi insight penting bagi para pengguna sepeda motor di Indonesia. Hal inilah yang dialami jurnalis warga Stapo.id ketika melakukan servis di Honda AHASS Juanda Depok pada Sabtu, 3 Januari 2026. Pada saat mekanik membongkar bagian pengapian, terlihat jelas bahwa busi motor sudah berada dalam kondisi kurang optimal. Elektroda terlihat aus dan pembakaran di dalam mesin dinilai sudah tidak sempurna, meski motor masih terasa normal digunakan sehari-hari.

Yang menarik, busi tersebut ternyata merupakan busi standar bawaan motor yang sejak baru belum pernah diganti. Berdasarkan catatan odometer, busi baru diganti pada jarak tempuh 54.200 kilometer. Angka ini terbilang luar biasa, terutama untuk kategori motor naked bike yang digunakan untuk aktivitas harian dan bukan sekadar koleksi. Padahal, mekanik AHASS sendiri menyarankan penggantian busi standar idealnya dilakukan setiap 6.000 hingga 8.000 kilometer, atau sekitar dua kali pergantian oli mesin.

Pengalaman ini memunculkan satu kesimpulan menarik. Salah satu faktor yang memungkinkan busi bertahan dalam jangka waktu panjang adalah kualitas bahan bakar yang digunakan. Bahan bakar yang bersih dan sesuai spesifikasi diyakini mampu menghasilkan proses pembakaran yang lebih stabil, sehingga busi tidak cepat tertutup kerak karbon tebal. Saat percikan api terjadi, pembakaran berlangsung lebih sempurna dan beban kerja busi menjadi lebih ringan. Meski demikian, kondisi busi yang sudah aus tetap berisiko menurunkan performa mesin secara perlahan tanpa disadari pengendara.


Ilustrasi Busi Motor


Busi sendiri merupakan komponen vital dalam sistem pengapian sepeda motor. Fungsinya menciptakan percikan api listrik untuk membakar campuran bahan bakar dan udara di ruang bakar. Tanpa busi yang bekerja optimal, mesin akan sulit dinyalakan, tenaga menurun, konsumsi bensin meningkat, hingga suara mesin terasa lebih kasar. Busi juga berperan menyalurkan panas dari ruang bakar ke kepala silinder agar mesin tidak mengalami overheat.

Secara umum, busi standar berbahan tembaga direkomendasikan diganti setiap 6.000 sampai 10.000 kilometer, sementara busi iridium atau platinum bisa bertahan lebih lama, sekitar 20.000 hingga 30.000 kilometer, tergantung pemakaian dan kondisi mesin. Tanda-tanda busi mulai bermasalah biasanya ditandai dengan motor sulit distarter, tarikan terasa berat, mesin brebet, hingga konsumsi bahan bakar yang terasa lebih boros.

Dari pengalaman ini, Stapo.id menilai bahwa busi layak disebut sebagai nyawa kendaraan roda dua. Di tengah tingginya ketergantungan masyarakat pada sepeda motor untuk bekerja, kuliah, berdagang, hingga perjalanan jarak jauh, perhatian terhadap komponen kecil seperti busi sering kali terabaikan. Padahal, pengecekan rutin dan penggantian tepat waktu tidak hanya menjaga performa mesin, tetapi juga mencegah kerusakan lanjutan pada komponen lain seperti klep dan piston, serta menekan emisi gas buang yang berbahaya bagi lingkungan.

Sebagai catatan akhir, pengalaman busi bertahan hingga puluhan ribu kilometer memang patut diapresiasi, namun tidak bisa dijadikan patokan umum. Setiap motor memiliki karakter pemakaian berbeda. Mengikuti rekomendasi pabrikan dan melakukan pengecekan berkala tetap menjadi langkah paling bijak demi kenyamanan dan keselamatan berkendara.

Bottom Ad [Post Page]

Kabar

Event

Bisnis

Memuat berita Bisnis...

Insight

Invest

Stafriends

Memuat karya Stafriends...

Otomotif

Tech