BRIN Targetkan Pembangunan Spaceport Biak Dimulai 2026: Pintu Gerbang Orbit Bumi Strategis
dok. LAPAN
Depok, Stapo.id - Indonesia segera merealisasikan ambisi luar angkasanya. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan bahwa pembangunan Bandar Antariksa Nasional (National Spaceport) di Biak, Papua, direncanakan akan dimulai pada tahun 2026. Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa penentuan jadwal ini menunggu finalisasi peraturan pemerintah terkait operasional bandar antariksa. Proyek mercusuar ini merupakan amanat Undang-Undang Keantariksaan 2013 yang telah tertunda selama puluhan tahun, sejak studi awal dimulai pada tahun 1985 ketika LAPAN pertama kali mengidentifikasi lokasi seluas 100 hektar di Desa Saukobye, Biak Numfor.
Pemilihan Pulau Biak, Papua, bukan tanpa alasan strategis yang kuat. Kedekatannya dengan garis khatulistiwa memberikan keuntungan rotasi alami yang maksimal bagi roket yang diluncurkan menuju orbit rendah Bumi (Low-Earth Orbit), yang secara signifikan dapat menghemat bahan bakar dan meningkatkan daya angkut. Selain itu, orientasi timur yang langsung menghadap Samudra Pasifik yang luas meminimalkan risiko jatuhnya puing-puing roket ke area berpenduduk, menjamin standar keamanan operasional.
## Proyek Strategis Nasional dan Kolaborasi Rusia
Untuk mewujudkan proyek ini, BRIN telah mengusulkan agar spaceport Biak ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam rencana pembangunan 2025–2029 dan 2026–2045. BRIN memproyeksikan efek ekonomi berlipat ganda dari fasilitas ini, yang berpotensi menyumbang hingga 5 persen dari PDB ekonomi luar angkasa global, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat daya saing Indonesia dalam industri peluncuran roket komersial.
Dalam kerja sama internasional, Indonesia menggandeng Roscosmos State Space Corporation dari Rusia. Kemitraan yang bertujuan untuk operasi komersial ini terjalin melalui nota kesepahaman (MoU) tahun 2023 yang melibatkan BRIN, Glavkosmos, dan PT Uniresources Petroleum Indonesia. Bandar antariksa ini dirancang untuk melayani berbagai entitas publik maupun swasta, menandai era baru bagi infrastruktur teknologi tinggi Indonesia.
FAQ:
1. Apa alasan utama Biak dipilih sebagai lokasi National Spaceport?
Alasan utamanya adalah kedekatan dengan garis khatulistiwa, yang memberikan keuntungan rotasi alami bagi roket, memungkinkan penghematan bahan bakar saat menuju orbit rendah Bumi, serta orientasi timur menuju Samudra Pasifik untuk keamanan.
2. Siapa mitra internasional Indonesia dalam pembangunan spaceport ini?
Indonesia berkolaborasi dengan Roscosmos State Space Corporation dari Rusia, melalui kemitraan yang melibatkan BRIN, Glavkosmos, dan PT Uniresources Petroleum Indonesia, sesuai MoU yang ditandatangani pada tahun 2023.
