Aplikasi Peta Whoo Jepang Bidik Ekspansi ke Indonesia, Catatkan 150 Juta Unduhan
Depok, Stapo.id – Aplikasi pemetaan asal Jepang bernama Whoo terus memperkuat langkah ekspansinya ke pasar Asia Tenggara dengan Indonesia sebagai salah satu target utama. Aplikasi yang dikembangkan oleh LinQ Co.Ltd. ini diperkenalkan secara lebih luas dalam ajang Tokyo ASEAN Bridge yang digelar di Ayana MidPlaza Jasmine Jakarta pada 15 Januari 2026. Forum tersebut mempertemukan startup teknologi Jepang dengan pelaku ekosistem bisnis dan investasi di kawasan ASEAN.
Whoo merupakan aplikasi berbasis lokasi yang memungkinkan pengguna berbagi posisi secara real time dengan jejaring pertemanan. Berbeda dari layanan peta konvensional, Whoo memosisikan dirinya sebagai platform social mapping yang menggabungkan fungsi navigasi dengan interaksi sosial. Pendekatan ini membuat aplikasi tersebut cukup populer di kalangan pengguna muda di Jepang dan Taiwan.
Co-Founder Whoo, Gosuke Harada, menyampaikan bahwa Indonesia dipandang sebagai pasar strategis karena karakter pengguna digitalnya yang aktif dan terbuka terhadap aplikasi berbasis sosial. Menurutnya, pertumbuhan pengguna smartphone dan budaya berbagi lokasi dalam aktivitas sehari-hari menjadi faktor yang mendorong perusahaan untuk masuk lebih serius ke Indonesia.
Harada menjelaskan bahwa meskipun Whoo baru diposisikan sebagai produk utama perusahaan dalam beberapa tahun terakhir, tingkat keterlibatan penggunanya terbilang tinggi. Rata-rata pengguna menghabiskan sekitar 15 menit per hari di aplikasi, sebuah angka yang dianggap solid untuk platform berbasis peta sosial. Saat ini, fokus utama Whoo berada di Jepang, Taiwan, dan mulai mengarah ke Indonesia sebagai pasar berikutnya.
Aplikasi Whoo dibawah LinQ.inc
LinQ Co.Ltd. sendiri merupakan perusahaan teknologi yang berbasis di Jepang dengan kantor pusat di Gedung Daiichi Akatsuki. Perusahaan ini didirikan dengan modal awal sebesar 7 juta yen dan telah membangun fondasi teknologi digitalnya sejak lebih dari tujuh tahun lalu. Pengalaman panjang tersebut tercermin dari rekam jejak produk digital yang dikembangkan perusahaan.
Secara kumulatif, teknologi yang dikembangkan LinQ Co.Ltd. telah mencatatkan lebih dari 150 juta unduhan sejak pertama kali beroperasi pada 2009. Capaian tersebut menjadi indikator kuat atas kemampuan perusahaan dalam membangun produk yang mampu diterima pasar global. Dengan bekal tersebut, Whoo optimistis dapat mengulang kesuksesan serupa di Indonesia.
Peluang Whoo di Pasar Indonesia
Ke depan, Whoo melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar pengguna, tetapi juga sebagai pintu masuk untuk memperluas kolaborasi dan investasi di kawasan Asia Tenggara. Ekspansi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra lokal sekaligus memperkuat posisi Whoo sebagai pemain social mapping di tingkat regional.


