Analis Prediksi IHSG Melesat ke 10.000: Volatilitas Tinggi Mengiringi Penguatan Pasar Saham
Depok, Stapo.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan memiliki potensi besar untuk mencatat rekor tertinggi dalam 12 bulan ke depan. Proyeksi optimis ini datang dari Hans Kwee, Co-Founder PasarDana sekaligus analis pasar modal, yang memperkirakan IHSG bisa menembus level 10.000. Meskipun demikian, ia mengingatkan bahwa kenaikan ini akan diiringi volatilitas yang sangat tinggi, dengan potensi penurunan sementara hingga 7.500.
Hans Kwee menyampaikan pandangan ini dalam sesi Edukasi Wartawan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diadakan secara daring pada Jumat (23/1). Menurutnya, pergerakan ini didorong oleh perubahan fokus investor asing yang mulai mengalihkan modalnya ke pasar saham domestik. Fenomena ini menciptakan potensi signifikan untuk capital inflow di sektor saham, meskipun di sisi lain, potensi outflow dapat terjadi pada pasar obligasi.
Analis tersebut menjelaskan bahwa kekhawatiran utama investor saat ini adalah pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Defisit yang melebar berpotensi memaksa pemerintah menerbitkan lebih banyak obligasi, yang secara langsung akan menekan dan menyesuaikan yield obligasi ke atas. Sebelumnya, yield obligasi RI berada pada level yang relatif rendah, sehingga penyesuaian ke atas sangat mungkin terjadi.
Hans Kwee juga menyoroti bahwa meskipun tekanan kinerja emiten mungkin masih terasa pada tahun 2025, situasi pasar saham diprediksi akan jauh membaik pada tahun 2026. Peningkatan daya beli masyarakat pasca-pemilu menjadi salah satu katalis utama yang mendorong potensi tingginya pasar saham di periode tersebut. Oleh karena itu, investor disarankan untuk mewaspadai fluktuasi jangka pendek sambil mempertahankan pandangan jangka panjang yang positif.
FAQ:
1. Apa alasan Hans Kwee memproyeksikan IHSG mencapai 10.000?
Proyeksi ini didasarkan pada potensi capital inflow yang signifikan ke pasar saham Indonesia, didorong oleh pergeseran fokus investor asing. Investor cenderung menghindari pasar obligasi karena kekhawatiran pelebaran defisit APBN yang dapat menaikkan yield obligasi.
2. Kapan pasar saham diprediksi akan mengalami pemulihan terkuat?
Hans Kwee memprediksi situasi pasar saham akan sangat tinggi pada tahun 2026, menyusul potensi tekanan yang terjadi di tahun 2025. Peningkatan ini didukung oleh pemulihan daya beli masyarakat.
Sumber: https://www.msn.com/id-id/berita/other/ihsg-berpotensi-ke-10-000-saham-big-cap-dan-konsumer-jadi-andalan-2026/ar-AA1UQsDE?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69748e9925da4f01a58f39f780f8f4de&cvpid=213ab91bda0c4593da01d64a8b3bc505&ei=9
