15 Emiten Jumbo Siapkan Dividen Interim Januari 2026: BMRI hingga ADRO Tebar Cuan
Depok, Stapo.id - Kabar gembira datang bagi para investor di awal tahun. Sedikitnya 15 emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan jadwal pembayaran dividen interim pada Januari 2026. Langkah ini menjadi indikasi kuat dari kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025. Pembagian keuntungan parsial ini mencerminkan stabilitas arus kas yang baik dan optimisme manajemen terhadap prospek bisnis ke depan, sekaligus menjadi sinyal positif di pasar modal.
Sejumlah nama besar yang menarik perhatian investor adalah raksasa perbankan pelat merah. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadwalkan pembayaran Rp 100 per saham (total Rp 1,93 triliun) pada 14 Januari 2026, sementara PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan membayarkan Rp 137 per saham pada 15 Januari 2026. Keputusan ini diambil karena kedua bank mampu mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan hingga kuartal ketiga 2025, memberikan kepercayaan kepada pemegang saham.
Selain sektor keuangan, konglomerasi energi dan tambang juga ikut menebar cuan. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) milik Boy Thohir siap membagikan dividen tunai Rp 145,14 per saham. Emiten lain, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), mengalokasikan total Rp 105,67 miliar atau setara Rp 25 per saham, yang akan dibayarkan pada 28 Januari 2026. Hal ini menunjukkan perusahaan-perusahaan dengan fundamental kuat secara proaktif memberikan imbal hasil kepada investor.
Pembayaran dividen interim ini didasarkan pada audit laba yang berhasil dicapai perusahaan. Bahkan emiten yang baru melantai di BEI, seperti PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) milik Prajogo Pangestu, turut serta dengan dividen Rp 1,34 per saham yang dibayarkan pada 29 Januari 2026. Bagi investor, dividen interim berfungsi sebagai sinyal positif mengenai kesehatan fundamental perusahaan. Ini menegaskan komitmen perusahaan untuk berbagi hasil keuntungan, membuat saham-saham tersebut menjadi target yang menarik di awal tahun.
## Daftar Lengkap Pembayaran Dividen Interim Januari 2026
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) memimpin pembayaran pada 7 Januari 2026 sebesar Rp 26,16 per saham. Diikuti PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) dengan Rp 1,54 per saham pada 9 Januari 2026.
Pada 14 Januari 2026, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan membayar Rp 100 dan PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) Rp 17. Sehari setelahnya, 15 Januari 2026, menjadi jadwal pembayaran bagi PT Baramulti Seksessarana Tbk (BSSR) Rp 127,41, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADRO) Rp 145,14, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 137.
Jadwal pertengahan hingga akhir Januari juga padat. PT Roda Vivatex Tbk (RDTX) membayar Rp 200 pada 21 Januari 2026. PT Soho Global Tbk (SOHO) dan PT Eastparc Hotel Tbk (EAST) berbagi pada 22 Januari 2026 masing-masing Rp 33,1 dan Rp 5,6. Kemudian PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) membayar Rp 2,5 (23 Januari 2026), PT Pinago Utama Tbk (PNGO) Rp 90 (27 Januari 2026), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Rp 25 (28 Januari 2026), dan terakhir PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) Rp 1,34 pada 29 Januari 2026.
FAQ:
1. Apa yang menjadi dasar pembagian dividen interim ini?
Dividen interim umumnya dibagikan jika perusahaan mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang solid, biasanya berdasarkan laporan kinerja keuangan hingga kuartal ketiga tahun buku sebelumnya.
2. Emiten mana dari sektor perbankan yang memberikan dividen interim terbesar per saham?
Dalam daftar ini, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memberikan dividen interim sebesar Rp 137 per saham, sementara PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memberikan Rp 100 per saham.
.jpg)