Danantara Siapkan Konsolidasi Besar BUMN, Dari Asuransi hingga Energi - Stapo.id
Kabar

Danantara Siapkan Konsolidasi Besar BUMN, Dari Asuransi hingga Energi

 

Depok, Stapo.id – Danantara Indonesia menyiapkan langkah konsolidasi besar-besaran di tubuh badan usaha milik negara sebagai bagian dari upaya menata ulang fondasi ekonomi nasional. Strategi ini mencakup sektor keuangan, pariwisata, hingga energi, dengan tujuan membentuk entitas yang lebih fokus, sehat, dan kompetitif, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi keterlibatan sektor swasta.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, dalam acara Investor Daily Round Table bertajuk Danantara Menggerakkan Raksasa Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia, yang digelar di Rumah Kaca Melati Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Rabu 28 Januari 2026. Diskusi ini dimoderatori Komisaris Utama B-Universe, Enggaristo Lukita.

Salah satu fokus utama yang disoroti Dony adalah sektor asuransi BUMN yang dinilai tengah menghadapi persoalan serius. Saat ini terdapat sekitar 15 perusahaan asuransi milik negara yang akan dikonsolidasikan menjadi hanya tiga entitas utama. Ketiganya akan difokuskan pada asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit agar memiliki skala yang cukup besar dan struktur yang lebih jelas.

Menurut Dony, konsolidasi ini bukan sekadar penggabungan administratif, melainkan penataan menyeluruh agar perusahaan asuransi BUMN mampu bersaing dan menjalankan perannya secara optimal. Struktur asuransi kredit dan penjaminan masih dibahas lebih lanjut bersama Otoritas Jasa Keuangan, termasuk penataan sektor reasuransi yang saat ini dinilai terlalu terfragmentasi.

Selain asuransi, sektor pariwisata juga menjadi perhatian. Dony mengungkapkan bahwa hampir seluruh BUMN memiliki aset hotel, dengan jumlah keseluruhan mencapai lebih dari 100 unit. Kondisi ini dinilai tidak efisien dan memerlukan penataan ulang. Setelah proses konsolidasi internal selesai, Danantara akan mendorong skema kerja sama strategis, termasuk joint venture, dengan mitra eksternal. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden agar bisnis yang dapat dikelola swasta diberikan ruang lebih besar.

Dalam diskusi yang sama, Dony juga menekankan pentingnya pergeseran strategi ekonomi nasional dari ketergantungan global menuju penguatan basis ekonomi lokal. Ia menilai pertumbuhan industri domestik menjadi kunci penciptaan lapangan kerja dan ketahanan ekonomi jangka panjang. Karena itu, BUMN yang bergerak di sektor lokal didorong untuk meningkatkan porsi aktivitas dan kontribusi di dalam negeri.

Perubahan Transformasi Anak Usaha BUMN

Transformasi juga terus berjalan di sejumlah BUMN strategis. PT Biro Klasifikasi Indonesia disebut sedang memasuki tahap akhir pengambilan keputusan transformasi dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Sementara di sektor energi, PT Perusahaan Gas Negara diproyeksikan menjalani reformasi besar agar tidak hanya berperan di hilir, tetapi terintegrasi dari hulu hingga hilir dalam lima hingga enam tahun ke depan. Transformasi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor gas.

Melalui rangkaian konsolidasi dan transformasi tersebut, Danantara menargetkan BUMN tidak hanya menjadi raksasa aset, tetapi juga penggerak utama ekonomi yang efisien, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan nasional.